Akhirnya Senyum Itu Bukan Milikku

Ilustrasi 


Kutelisik relungnya dalam diam

Tiada sesiapa yang menyahut

Hanya angin yang membelai dalam bara

Penuh renungan yang tiada terbantahkan

Semakin jauh nanar ini penasaran

Tetap balasannya hanya pandangan yang tiada berpihak

Masih saja kepastian itu ingin kubuktikan

Sebab imajinasi berkuasa begitu terperi

Ada frasa yang ingin terucapkan

Tiada sempat melintas sedikitpun dalam pariwarna

Aksara itu segera luruh tepat sebelum terbaca

Menunggu bayu pada jutaan kala

Saat renjana masih meniupkan asma yang sama

Ingin purwa kembali menarik hari yang terlupa

Memulangkan waktu pada awalnya

Namun itu semua sudah hanya kisah

Saat kecewa hadir kian merekah

Bukan karena siapa karena itu suratannya

Tinggalah aku menunggu harapan pada sembilu

Mengais luka demi luka agar tetap utuh


By Teksinfo


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel