PkM Hibah Dikti Unbrah, "Kapasitasi dan Kemandirian Santri Putri melalui Reaktivasi UKS dan Edukasi Kesehatan Reproduksi serta Higiene Perorangan Pasca Bencana Banjir di Padang"
Pasca terjadinya bencana banjir dan galodo di Sumatera Barat pada akhir tahun 2025 hingga awal 2026 masih menyisakan beragam persoalan dalam bidang kesehatan, salah satunya dalam hal kebersihan diri dan kesehatan reproduksi remaja putri. Hal ini hampir terjadi di berbagai sekolah, tidak terkecuali di pondok pesantren atau madrasah putri yang dinilai rentan terhadap penyakit serta gangguan kesehatan reproduksi pasca banjir.
Berdasarkan hal tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Baiturrahmah (UNBRAH) yang memperoleh hibah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) tahun 2026 melaksanakan program intervensi kesehatan berbasis sekolah.
Program ini mengambil tema "Kapasitasi dan Kemandirian Santri Putri melalui Reaktivasi UKS dan Edukasi Kesehatan Reproduksi serta Higiene Perorangan Pasca Bencana Banjir di Padang" dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Tarbiyah Islamiyah Padang.
![]() |
| Acara FGD |
Dalam hal ini kegiatan berfokus pada penguatan kapasitas santri putri melalui reaktivasi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) serta edukasi kesehatan reproduksi dan higiene perorangan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk respon akademik terhadap dampak kesehatan pascabencana yang masih dirasakan masyarakat, khususnya kelompok remaja putri di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.
Kegiatan PkM ini dipimpin oleh Nirmala Sari, S.ST., M.Keb sebagai ketua tim pelaksana, dengan anggota Putri Engla Pasalina, S.ST., M.Keb dan Hilda Hidayat, S.KM., M.Kes. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Universitas Baiturrahmah yaitu Riesty Wulandari dan Khoirina Nurin Nisa yang turut berperan dalam pendampingan lapangan dan edukasi kesehatan kepada peserta.
Pelaksanaan program dilakukan pada tahun 2026 di lingkungan MTs Tarbiyah Islamiyah Padang sebagai lokasi mitra utama. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kondisi pascabencana yang berdampak langsung terhadap aktivitas belajar serta kebutuhan peningkatan literasi kesehatan remaja putri di madrasah tersebut.
Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan sistematis, dimulai dari koordinasi dengan pihak madrasah dan identifikasi kebutuhan kesehatan peserta. Tahap berikutnya adalah reaktivasi UKS sebagai pusat layanan kesehatan dasar di lingkungan sekolah yang sempat tidak berjalan optimal akibat dampak banjir.

Tahap selanjutnya adalah pelaksanaan edukasi kesehatan reproduksi remaja yang disampaikan secara komunikatif dan disesuaikan dengan usia peserta. Materi mencakup perubahan fisiologis remaja, pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, serta pencegahan risiko gangguan kesehatan pada remaja putri.
Selain itu, tim juga memberikan edukasi mengenai higiene perorangan pasca bencana, mengingat kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi. Edukasi ini menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam aktivitas sehari-hari.
Kegiatan juga dilengkapi dengan praktik langsung, diskusi interaktif, serta simulasi sederhana pengelolaan UKS oleh peserta. Pendekatan ini bertujuan agar santri tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.
Sasaran utama program ini adalah santri putri MTs Tarbiyah Islamiyah Padang yang berada pada fase remaja dan memiliki kerentanan terhadap masalah kesehatan reproduksi serta kebersihan diri. Kelompok ini dipilih karena memiliki peran penting dalam pembentukan perilaku hidup sehat sejak dini.
![]() |
| MoU dan MoA |
Ketua tim Nirmala Sari, S.ST, M.Keb mengatakan pihak madrasah juga memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini, baik dari segi fasilitas maupun keterlibatan tenaga pendidik. Dukungan tersebut memperkuat kelancaran pelaksanaan program serta membuka peluang keberlanjutan kegiatan serupa di masa mendatang.
Sebagai penguat telah terjalin kerja sama antara Universitas Baiturrahmah dan MTs Tarbiyah Islamiyah Padang sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dasar berbasis keagamaan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sistem edukasi kesehatan di lingkungan sekolah.
Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan santri putri dalam menjaga kesehatan diri, khususnya terkait kesehatan reproduksi dan higiene perorangan. Selain itu, program ini juga bertujuan membangun kemandirian UKS sebagai pusat edukasi kesehatan di madrasah.
Secara lebih luas, kegiatan PkM hibah DIKTI 2026 ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana di Sumatera Barat. Program ini juga menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.
Sumber : Humas Unbrah

