Komunitas Surau Kreatif Hadirkan Festival Budaya Minangkabau di Unbrah sebagai Ruang Pelestarian Budaya dan Penguatan Kesehatan Mental

Talkshow "Hadirnya Surau Kami"

Upaya pelestarian budaya Minangkabau yang dipadukan dengan penguatan kesehatan mental mulai mendapat ruang di lingkungan perguruan tinggi. Salah satu wujudnya diwujudkan melalui kolaborasi antara Universitas Baiturrahmah (Unbrah) dan Komunitas Surau Kreatif dengan menghadirkan Festival "Hadirnyo Surau Kami".

Festival tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Juli 2026, di Kampus Universitas Baiturrahmah, Kota Padang, Sumatera Barat. Kegiatan ini menjadi penyelenggaraan perdana di lingkungan Unbrah sekaligus menjadi wadah untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya Minangkabau melalui pendekatan akademik, seni, dan edukasi.

Beragam agenda disusun dalam festival ini, mulai dari lokakarya, pameran budaya, hingga forum diskusi lintas bidang ilmu yang melibatkan sivitas akademika dari berbagai fakultas. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami kekayaan budaya daerah dari berbagai perspektif keilmuan.

Pada hari pertama pelaksanaan, Kamis (2/7/2026), sejumlah fakultas menghadirkan pembahasan budaya Minangkabau berdasarkan disiplin ilmu masing-masing. Fakultas Kedokteran mengangkat praktik pengobatan tradisional Minangkabau dalam perspektif kesehatan modern. Sementara itu, Fakultas Kedokteran Gigi membahas tradisi menyirih sebagai bagian dari budaya masyarakat Minangkabau yang dikaitkan dengan kesehatan rongga mulut.

Selanjutnya, Program Studi Farmasi Klinis Fakultas Ilmu Kesehatan mengupas praktik Batangeh, yaitu tradisi mandi uap khas Minangkabau, melalui pendekatan ilmiah berbasis penelitian. Di sisi lain, Fakultas Ekonomi dan Bisnis membedah peluang pengembangan industri kreatif berbasis budaya lokal agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Pameran Lukisan.

Selain rangkaian seminar dan diskusi ilmiah, pengunjung juga disuguhkan berbagai kegiatan pendukung. Festival menghadirkan galeri arsip sejarah surau, instalasi seni terapi, bazar produk kreatif dan kuliner tradisional hasil karya mahasiswa, hingga kesempatan mengunjungi Museum Aromaterapi Universitas Baiturrahmah.

Memasuki hari kedua dan ketiga, peserta memperoleh pengalaman praktik secara langsung melalui sejumlah pelatihan etnosains pangan lokal. Berbagai keterampilan diajarkan, di antaranya pembuatan minyak pijat herbal, pengolahan minuman tradisional serobat dalam bentuk instan, serta teknik pembuatan dadiah, yaitu susu kerbau fermentasi khas Minangkabau, dengan memperhatikan standar kebersihan dan keamanan pangan.

Ketua Komunitas Surau Kreatif, Suci Shawmy Febrita, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa gerakan yang digagas komunitasnya bertujuan menghadirkan media pelestarian budaya sekaligus ruang penguatan kesehatan mental, khususnya bagi generasi muda. Menurutnya, seni, budaya, dan karya kreatif dapat menjadi media ekspresi yang sehat dalam menghadapi tekanan psikologis di tengah perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat.

Ia menegaskan bahwa konsep Surau Kreatif tidak hanya berorientasi pada upaya menghadirkan kembali bangunan surau secara fisik, melainkan menghidupkan fungsi surau sebagai pusat pembelajaran, pembentukan karakter, serta pengembangan masyarakat sebagaimana yang pernah dijalankan pada masa lalu.

"Gerakan ini bukan bertujuan membangun kembali bangunan surau sebagaimana bentuk fisiknya dahulu. Yang ingin kami hidupkan adalah nilai, semangat, dan peran surau sebagai pusat pembentukan karakter, pengembangan diri, serta ruang tumbuh masyarakat. Salah satu implementasinya diwujudkan melalui berbagai karya seni, literasi, dan aktivitas yang mendukung kesehatan mental," ungkap Suci saat ditemui menjelang pelaksanaan kegiatan.

Suci juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan festival di lingkungan Universitas Baiturrahmah merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang telah disepakati antara Unbrah dan Komunitas Surau Kreatif. Kerja sama tersebut diarahkan untuk membangun ruang yang aman dan inklusif bagi generasi muda dalam berekspresi sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.

Menurutnya, Universitas Baiturrahmah dipilih karena memiliki karakter yang sejalan dengan nilai-nilai yang diperjuangkan komunitasnya. Salah satu alasannya adalah keberadaan unsur budaya Minangkabau yang tercermin melalui penerapan filosofi Tungku Tigo Sajarangan di lingkungan kampus.

Ia menjelaskan bahwa konsep tersebut tampak dari keberadaan rumah bagonjong, masjid, dan bangunan kampus yang berada dalam satu kawasan terpadu. Susunan tersebut merepresentasikan tiga unsur kepemimpinan dalam budaya Minangkabau, yakni niniak mamak sebagai representasi adat, alim ulama sebagai unsur keagamaan, dan cadiak pandai sebagai representasi kaum intelektual.

"Kami melihat Unbrah memiliki karakter yang sangat sesuai dengan filosofi Tungku Tigo Sajarangan. Kehadiran rumah bagonjong, masjid, dan kawasan akademik dalam satu lingkungan menunjukkan perpaduan antara unsur adat, agama, dan pendidikan yang berjalan secara harmonis," jelasnya.

Pembuatan Serobat

Festival Hadirnyo Surau Kami merupakan salah satu program yang memperoleh dukungan pendanaan melalui Program Dana Indonesiana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sementara itu, Rektor Universitas Baiturrahmah, Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, MS, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi tersebut. Menurut mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia itu, kegiatan Surau Kreatif selaras dengan komitmen Unbrah dalam membangun lulusan yang memiliki karakter kuat serta berakar pada nilai-nilai budaya lokal.

Ia menjelaskan bahwa proses pendidikan di Unbrah selama ini berorientasi pada pengembangan tiga kompetensi utama, yaitu sikap (attitude), keterampilan (skill), dan pengetahuan (knowledge). Ketiga aspek tersebut kemudian diperkuat melalui implementasi nilai-nilai budaya Minangkabau dalam berbagai aktivitas akademik maupun nonakademik.

"Kolaborasi ini sangat sejalan dengan arah pembentukan karakter mahasiswa di Universitas Baiturrahmah. Kami terus mengembangkan keseimbangan antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan sebagai fondasi utama lulusan. Selain itu, kami juga memiliki program University Social Responsibility (USR) yang mengintegrasikan nilai budaya Minangkabau dengan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," ujar Prof. Musliar Kasim.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel